Diklat Pendidik Sebaya Angkatan III Kategori Pelajar dan Mahasiwa - Tahun 2012 yang diselenggarakan atas kerjasama UKM PIK STKIP PGRI Tulungagung dan BKKBN Kabupaten Tulungagung.
Pagi Sabtu 31 Juli 2010, di depan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK) sekitar jam Sembilan pagi, para siswa, staf, guru, Komite Sekolah, orang tua murid, & para alumni mulai berdatangan memasuki kawasan sekolah untuk menghadiri acara peringatan HUT SIK Ke-41
Perlunya perencanaan keuangan bagi tiap keluarga di desa yang terintegrasi dengan konsultasi dari pihak yang lebih kompeten seperti wakil dari pemerintah daerah, serta professional dari lembaga keuangan.
Semoga kedepannya hasil output pendidikan nasional bisa berkontribusi secara nyata di masyarakat. Mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang berdaya saing global serta kompeten dalam mengolah local genius.
Diklat Pendidik Sebaya Angkatan III Kategori Pelajar dan
Mahasiwa - Tahun 2012 yang diselenggarakan atas kerjasama UKM PIK STKIP PGRI
Tulungagung dan BKKBN Kabupaten
Tulungagung.
Tahun 2012, Universitas Madura
(Unira) menjadi tuan rumah pelaksanaan Forum Diskusi Mahasiswa Penelitian dan
Penalaran (Fordimapelar) se-Jawa Timur. Acara tersebut merupakan agenda tahunan
yang rutin dilaksanakan dengan kerjasama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
penelitian dan penalaran dari berbagai kampus.
Pagi
Sabtu 31 Juli 2010, di depan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK) sekitar jam
Sembilan pagi, para siswa, staf, guru, Komite Sekolah, orang tua murid, & para
alumni mulai berdatangan memasuki kawasan sekolah untuk menghadiri acara peringatan HUT SIK Ke-41.
Perlunya perencanaan keuangan
bagi tiap keluarga di desa yang terintegrasi dengan konsultasi dari pihak yang
lebih kompeten seperti wakil dari pemerintah daerah, serta professional dari
lembaga keuangan.
Semoga kedepannya hasil output
pendidikan nasional bisa berkontribusi secara nyata di masyarakat. Mewujudkan
Generasi Emas Indonesia yang berdaya saing global serta komptene dalam mengolah
local genius.
Berikut ini adalah kutipan dari akhir artikel yang ditulis oleh dosen saya di STKIP PGRI Tulungagung tentang permasalahan orientasi Program Studi Pendidikan Ekonomi. Saya kira menarik untuk di share di sini.
Hingga saat ini yang
diajarkan di lembaga sekolah maupun perguruan tinggi, pendidikan
ekonomi yang diajarkan masih didominasi pada orientasi ke pasar tenaga
kerja ( pasar Input ), dan bukannya pasar output atau berorientasi pada
penciptaan / menghasilkan barang / jasa. Sehingga tak ayal lagi output
dunia pendidikan yang ada setelah kembali ke masyarakat menjadi orang
yang berstatus pencari kerja ( job seeker ) dan bukannya pencipta lapangan kerja ( job creator ). Harapan menjadikan alumni lembaga pendidikan menjadi jobcreator
memang ideal, tetapi bukannya tidak dapat diwujudkan jikalau ada
komitmen dari Pemerintah dan masyarakat serta dibarengi dengan
restrukturisasi di bidang pendidikan termasuk anggaran pendidikan.
Penulis juga sadar bahwasanya menjadi job seeker bukannya suatu
jalan pikiran yang naif alias tidak bermartabat, tetapi akan menjadikan
masalah besar seperti yang kita rasakan seperti saat ini dengan
sulitnya mencari pekerjaan dan lowongan kerja, atau adanya ketidak
seimbangan antara pertumbuhan angkatan kerja dengan pertumbuhan
ekonomi/industri sebagai penyerap tenaga kerja. Kedua kalinya penulis
juga sangat sadar, bahwasanya di dalam kurikulum perguruan tinggi ada
yang namanya mata kuliah kewirausahaan. Namun menurut pandangan penulis
tingkat keberhasilannya belum sesuai dengan yang diharapkan. Karena
kompetensi kewirausahaan yang dimiliki oleh mahasiswa masih berada pada
tataran cognitive dan belum menyentuh pada aspek perilaku dan
ketrampilan berwirausaha yang aplikatif. Belum berhasilnya kompetensi
alumni perguruan tinggi, khususnya terkait kompetensi kewirausahaan
dikarenakan bayak faktor. Faktor tersebut antara lain sarana dan
prasaran kewirausahaan yang kurang memadai, kualifikasi dan komitmen
guru dan dosen, motivasi dan minat dari mahasiswa, dan sebagainya.
Sadar akan pentingnya pendidikan, semakin hari semakin banyak pemuda di Kabupaten Tulungagung yang meneruskan pendidikan je jenjang yang lebih tinggi, baik di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
My Ride, My Pride
Motor yang satu ini memang banyak dibicarakan di masyarakat, terlepas predikatnya sebagai motor "Alay". Alhamdulillah, dengan usaha sendiri akhirnya bisa terbeli juga si Suzi Satria F. Mau tau kelebihan dan kekurangannya, klik gambarnya.
Blogger Masuk Desa
Desa Wates, Sumbergempol, atau yang dikenal karena terletaknya Tugu Pancasila ini juga memiliki bagian masyarakat yang aktif bekerja di luar negeri. Utamanya di Malaysia, Hongkong dan Korea.
Website Sekolahku
Sejarah berdirinya SIK dimulai sejak dibukanya kembali Kantor Penghubung Republik Indonesia untuk Malaysia. Kantor itu kemudian berkembang menjadi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
Bersama Ketua T-Corps
Musyawarah Anggota T-Corp tahun 2008 di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia - 2008. Bersama Audito Ulwanisyaf.
DEDI PARIANTO ALUMNI SEKOLAH
INDONESIA KUALA LUMPUR
No.1 Lorong Tun Ismail 50480 Kuala Lumpur, Malaysia
Telp. (03) 26927682 ; Fax. (03) 26988422. Website: www.sekolahindonesia.edu.my
Dedi atau DP. Kini menjabat sebagai administrator di Educonomy, mymoviro, TransArchipelago dan beberapa organisasi penelitian dan penalaran se-Karesidenan Kediri. Blog pribadi yang diakses melalui :
dediparianto.blogspot.com sudah mengudara sejak tahun 2008. Sekarang sedang mengalami proses maintenance dan revisi untuk diupgrade menjadi blog premium/ mungkin juga bisa pertamax. Ide, gagasan, dan opini saya sampaikan lewat blog sederhana ini bukan untuk tujuan yang berakibat negatif kepada pengunjung atau viewer. Namun, saya hanya ingin berbagi, supaya bisa mendapat masukan yang membangun. Baik ide, gagasan, dan opini disampaikan dalam tata cara penulisan yang sesuai dengan pengalaman spiritual (bukan hal yang berbau mistis) yang pernah dialami. saya percaya, dan selalu menghargai rekan - rekan lain di dunia cyber ini. Saya sangat senang jika ada blogger - blogget, hacker, maupun craker (bukan kerupuk) yang mau berdiskusi atau ngobrol lewat chat media bersama. Selain bisa menambah wawasan, sekurang kurangnya bisa bersilaturahmi.
Kalau yang ini saya jadi teringat pesan Jendral Besar Panglima Sudirman, lebih kurang begini," Kalau bangsa kita mau menang (dalam perjuangan), kita harus bersatu. Jika kita mau rakyat bersatu, terlebih dulu dimulai dari silaturahmi."