-
Bimbingan Konseling
Diklat Pendidik Sebaya Angkatan III Kategori Pelajar dan Mahasiwa - Tahun 2012 yang diselenggarakan atas kerjasama UKM PIK STKIP PGRI Tulungagung dan BKKBN Kabupaten Tulungagung. -
FORDIMAPELAR 2012
Tahun 2012, Universitas Madura (Unira) menjadi tuan rumah pelaksanaan Forum Diskusi Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (Fordimapelar) se-Jawa Timur. -
HUT SIK KE-41
Pagi Sabtu 31 Juli 2010, di depan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK) sekitar jam Sembilan pagi, para siswa, staf, guru, Komite Sekolah, orang tua murid, & para alumni mulai berdatangan memasuki kawasan sekolah untuk menghadiri acara peringatan HUT SIK Ke-41 -
Pembangunan Desa
Perlunya perencanaan keuangan bagi tiap keluarga di desa yang terintegrasi dengan konsultasi dari pihak yang lebih kompeten seperti wakil dari pemerintah daerah, serta professional dari lembaga keuangan. -
ALUMNI SIK
Semoga kedepannya hasil output pendidikan nasional bisa berkontribusi secara nyata di masyarakat. Mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang berdaya saing global serta kompeten dalam mengolah local genius.
Artikel Pilihan
-
Walaupun sebenarnya ini sudah berita lama, saya coba "copas" kembali di sini, kan ada yang bilang banyak siswa yang menyalahguna...
-
Pagi Sabtu 31 Juli 2010, di depan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK) sekitar jam Sembilan pagi, para siswa, staf, guru, Komite Sekolah, or...
-
www.proman5jam.com Berbeda dengan mengendarai mobil relatif minim kecelakaan, serta tidak terkena cuaca secara langsung, baik terik...
Tampilkan postingan dengan label Dosen STKIP PGRI Tulungagung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dosen STKIP PGRI Tulungagung. Tampilkan semua postingan
Selasa, 19 Maret 2013
Dunia Malam Tulungagung
Tulungagung memang hanya kota
kecil di pesisir selatan, namun dibalik suasana kota kecil yang ramah
penduduknya ini, ada sisi lain yang menarik untuk ditelusuri saat "after
hours", utamanya diakhir pekan. Kota yang memiliki penduduk dengan perkembangan
ekonomi yang kondusif ini memunculkan banyak usaha yang berkembang, dari
usahawan - usahawan muda inilah kemudian perlu kebutuhan akan hiburan yang
perlu diakomodir. Walaupun di pinggiran kota sampai ke pelosok selatam
kabupaten yang dikenal penghasil marmer ini sebenarnya sudah banyak tempat -
tempat hiburan untuk kaum muda, namun hanya sebatas "warung kopi,".
Hingga akhirnya di tengah kota mulai bermunculan tempat - tempat hiburan yang
lebih "berkelas" layaknya pub and lounge, ada juga yang menawarkan
layanan "plus - plus". Kendati tempat - tempat hiburan tersebut masih
dalam jumlah yang terbatas. Tak menutup kemungkinan kedepannya bisa bermunculan
lebih banyak dan lebih "heboh" lagi. Tulungagung yang sekian lama
sepi di malam hari, kini terasa hingar bingarnya. Sekarang, pilihan ada di kaum
mudanya, pilih hiburan yang sehat bermanfaat, atau dunia malam yang lebih
"wow" dan fantastis.
Senin, 11 Maret 2013
Mahasiswa Tulungagung
Sadar akan pentingnya pendidikan,
semakin hari semakin banyak pemuda di Kabupaten Tulungagung yang meneruskan
pendidikan je jenjang yang lebih tinggi, baik di Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
atau Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Dengan tuntutan dunia kerja dan peningkatan
status sosial, dirasakan pendidikan yang hanya tamatan sekolah menengah saja
tidak cukup. Sehingga, tiap musim pendaftaran perguruan tinggi, jumlah
pendaftar pun semakin banyak, tiap tahunnya naik secara signifikan. Sementara
di Kabupaten Tulungagung sendiri, sejumlah PTN & PTS siap menampung calon
mahasiswa asal kota penghasil marmer ini. Sebut saja, Sekolah Tinggi Keguruan
dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri
(STAIN) Tulungagung, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Diponegoro, ST
Muhammadiyah, Universitas Tulungagung (Unita) serta Universitas Terbuka.
Kualitas perguruan tinggi tersebut juga tidak kalah bersaing dengan lulusan
dari perguruan tinggi luar kota, seperti di Malang dan Surabaya. Buktinya, banyak
lulusan perguruan tinggi Tulungagung setempat berhasil lulus dan bekerja, serta
memegang peran penting di institusinya. Jadi, kepada pemuda daerah Tulungagung
yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bisa memilih untuk
mendaftar ke perguruan tinggi di Tulungagung, selain kualitas yang tidak kalah
bersaing, kuliah di kota sendiri akan mempermudah akomodasi (tidak perlu kost),
menghemat biaya hidup, lebih fleksibel bagi yang sudah kerja part time (bisa
jam kuliah sore), dan pastinya juga bisa menjadi lulusan yang siap terjun dunia
kerja profesional.Kamis, 07 Maret 2013
Koperasi Serba Usaha - Pinjam Uang, Bayar Hutang
Semakin banyak koperasi masuk
desa, utamanya koperasi berbentuk serba usaha dan simpan pinjam. Mulai dari
yang bermodal kecil dan dimiliki kelompok keluarga, sampai yang bermodal besar
dan dimiliki yayasan. Koperasi - koperasi tersebut menyebar hampir di tiap desa
di Kabupaten Tulungagung. Bahkan ada yang satu desa, berdiri lebih dari satu
koperasi. Memang, suatu fenomena lumrah yang mulai didukung masyarakat di desa
itu sendiri maupun masyarakat dari daerah sekitar. Peran koperasi - koperasi
tersebut sudah mulai dirasakan nyata masyarakat, bagi yang memiliki kelebihan
dana, masyarakat tanpa ragu menyimpan uangnya di koperasi, karena dengan bunga
yang relatif tinggi dibanding jika disimpan pada bank konvensional. Pastinya,
kelebihan dana yang mereka miliki tersebut akan menghasilkan bunga tetap per
bulan yang besar pula. Ini sangat menguntungkan, daripada kelebihan dana yang
mereka miliki itu menganggur jika hanya disimpan di rumah atau digunakan untuk
usaha yang belum tentu untungnya. Sementara bagi masyarakat yang memerlukan
dana cepat, koperasi tersebut bersedia memberikan dana sesuai keinginan si
peminjam. Dengan jaminan BPKB atau sertifikat tanah, dana yang diperlukan
tersebut langsung bisa dibawa pulang. Akhirnya, masyarakat pun sadar. Semakin
besar peran koperasi - koperasi tersebut, maka masyarakat juga harus lebih
cermat. Dalam artian, dengan adanya lembaga keuangan non bank yang fleksibel
ini, masyarakat juga harus lebih teliti mengatur keuangannya sendiri, memilih
menyimpan dana hanya di Koperasi Serba Usaha atau Koperasi Simpan Pinjam yang
mempunyai prospek bagus dan jaminan yang pasti, serta meminjam dana dari
lembaga keuangan non bank yang fleksibel ini hanya untuk keperluan produktif
dan keperlyan tak terduga saja, bukan hanya untuk keperluan konsumtif.
Selasa, 04 September 2012
Orientasi Pendidikan Ekonomi
Berikut ini adalah kutipan dari akhir artikel yang ditulis oleh dosen saya di STKIP PGRI Tulungagung tentang permasalahan orientasi Program Studi Pendidikan Ekonomi. Saya kira menarik untuk di share di sini.
Hingga saat ini yang
diajarkan di lembaga sekolah maupun perguruan tinggi, pendidikan
ekonomi yang diajarkan masih didominasi pada orientasi ke pasar tenaga
kerja ( pasar Input ), dan bukannya pasar output atau berorientasi pada
penciptaan / menghasilkan barang / jasa. Sehingga tak ayal lagi output
dunia pendidikan yang ada setelah kembali ke masyarakat menjadi orang
yang berstatus pencari kerja ( job seeker ) dan bukannya pencipta lapangan kerja ( job creator ). Harapan menjadikan alumni lembaga pendidikan menjadi job creator
memang ideal, tetapi bukannya tidak dapat diwujudkan jikalau ada
komitmen dari Pemerintah dan masyarakat serta dibarengi dengan
restrukturisasi di bidang pendidikan termasuk anggaran pendidikan.
Penulis juga sadar bahwasanya menjadi job seeker bukannya suatu
jalan pikiran yang naif alias tidak bermartabat, tetapi akan menjadikan
masalah besar seperti yang kita rasakan seperti saat ini dengan
sulitnya mencari pekerjaan dan lowongan kerja, atau adanya ketidak
seimbangan antara pertumbuhan angkatan kerja dengan pertumbuhan
ekonomi/industri sebagai penyerap tenaga kerja. Kedua kalinya penulis
juga sangat sadar, bahwasanya di dalam kurikulum perguruan tinggi ada
yang namanya mata kuliah kewirausahaan. Namun menurut pandangan penulis
tingkat keberhasilannya belum sesuai dengan yang diharapkan. Karena
kompetensi kewirausahaan yang dimiliki oleh mahasiswa masih berada pada
tataran cognitive dan belum menyentuh pada aspek perilaku dan
ketrampilan berwirausaha yang aplikatif. Belum berhasilnya kompetensi
alumni perguruan tinggi, khususnya terkait kompetensi kewirausahaan
dikarenakan bayak faktor. Faktor tersebut antara lain sarana dan
prasaran kewirausahaan yang kurang memadai, kualifikasi dan komitmen
guru dan dosen, motivasi dan minat dari mahasiswa, dan sebagainya. Untuk membaca artikel selengkapnya klik di sini.



