Sadar akan pentingnya pendidikan,
semakin hari semakin banyak pemuda di Kabupaten Tulungagung yang meneruskan
pendidikan je jenjang yang lebih tinggi, baik di Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
atau Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Dengan tuntutan dunia kerja dan peningkatan
status sosial, dirasakan pendidikan yang hanya tamatan sekolah menengah saja
tidak cukup. Sehingga, tiap musim pendaftaran perguruan tinggi, jumlah
pendaftar pun semakin banyak, tiap tahunnya naik secara signifikan. Sementara
di Kabupaten Tulungagung sendiri, sejumlah PTN & PTS siap menampung calon
mahasiswa asal kota penghasil marmer ini. Sebut saja, Sekolah Tinggi Keguruan
dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri
(STAIN) Tulungagung, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Diponegoro, ST
Muhammadiyah, Universitas Tulungagung (Unita) serta Universitas Terbuka.
Kualitas perguruan tinggi tersebut juga tidak kalah bersaing dengan lulusan
dari perguruan tinggi luar kota, seperti di Malang dan Surabaya. Buktinya, banyak
lulusan perguruan tinggi Tulungagung setempat berhasil lulus dan bekerja, serta
memegang peran penting di institusinya. Jadi, kepada pemuda daerah Tulungagung
yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bisa memilih untuk
mendaftar ke perguruan tinggi di Tulungagung, selain kualitas yang tidak kalah
bersaing, kuliah di kota sendiri akan mempermudah akomodasi (tidak perlu kost),
menghemat biaya hidup, lebih fleksibel bagi yang sudah kerja part time (bisa
jam kuliah sore), dan pastinya juga bisa menjadi lulusan yang siap terjun dunia
kerja profesional.-
Bimbingan Konseling
Diklat Pendidik Sebaya Angkatan III Kategori Pelajar dan Mahasiwa - Tahun 2012 yang diselenggarakan atas kerjasama UKM PIK STKIP PGRI Tulungagung dan BKKBN Kabupaten Tulungagung. -
FORDIMAPELAR 2012
Tahun 2012, Universitas Madura (Unira) menjadi tuan rumah pelaksanaan Forum Diskusi Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (Fordimapelar) se-Jawa Timur. -
HUT SIK KE-41
Pagi Sabtu 31 Juli 2010, di depan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK) sekitar jam Sembilan pagi, para siswa, staf, guru, Komite Sekolah, orang tua murid, & para alumni mulai berdatangan memasuki kawasan sekolah untuk menghadiri acara peringatan HUT SIK Ke-41 -
Pembangunan Desa
Perlunya perencanaan keuangan bagi tiap keluarga di desa yang terintegrasi dengan konsultasi dari pihak yang lebih kompeten seperti wakil dari pemerintah daerah, serta professional dari lembaga keuangan. -
ALUMNI SIK
Semoga kedepannya hasil output pendidikan nasional bisa berkontribusi secara nyata di masyarakat. Mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang berdaya saing global serta kompeten dalam mengolah local genius.
Artikel Pilihan
-
Walaupun sebenarnya ini sudah berita lama, saya coba "copas" kembali di sini, kan ada yang bilang banyak siswa yang menyalahguna...
-
Pagi Sabtu 31 Juli 2010, di depan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK) sekitar jam Sembilan pagi, para siswa, staf, guru, Komite Sekolah, or...
-
www.proman5jam.com Berbeda dengan mengendarai mobil relatif minim kecelakaan, serta tidak terkena cuaca secara langsung, baik terik...
Senin, 11 Maret 2013
Mahasiswa Tulungagung
Sadar akan pentingnya pendidikan,
semakin hari semakin banyak pemuda di Kabupaten Tulungagung yang meneruskan
pendidikan je jenjang yang lebih tinggi, baik di Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
atau Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Dengan tuntutan dunia kerja dan peningkatan
status sosial, dirasakan pendidikan yang hanya tamatan sekolah menengah saja
tidak cukup. Sehingga, tiap musim pendaftaran perguruan tinggi, jumlah
pendaftar pun semakin banyak, tiap tahunnya naik secara signifikan. Sementara
di Kabupaten Tulungagung sendiri, sejumlah PTN & PTS siap menampung calon
mahasiswa asal kota penghasil marmer ini. Sebut saja, Sekolah Tinggi Keguruan
dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri
(STAIN) Tulungagung, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Diponegoro, ST
Muhammadiyah, Universitas Tulungagung (Unita) serta Universitas Terbuka.
Kualitas perguruan tinggi tersebut juga tidak kalah bersaing dengan lulusan
dari perguruan tinggi luar kota, seperti di Malang dan Surabaya. Buktinya, banyak
lulusan perguruan tinggi Tulungagung setempat berhasil lulus dan bekerja, serta
memegang peran penting di institusinya. Jadi, kepada pemuda daerah Tulungagung
yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bisa memilih untuk
mendaftar ke perguruan tinggi di Tulungagung, selain kualitas yang tidak kalah
bersaing, kuliah di kota sendiri akan mempermudah akomodasi (tidak perlu kost),
menghemat biaya hidup, lebih fleksibel bagi yang sudah kerja part time (bisa
jam kuliah sore), dan pastinya juga bisa menjadi lulusan yang siap terjun dunia
kerja profesional.Kamis, 07 Maret 2013
Koperasi Serba Usaha - Pinjam Uang, Bayar Hutang
Semakin banyak koperasi masuk
desa, utamanya koperasi berbentuk serba usaha dan simpan pinjam. Mulai dari
yang bermodal kecil dan dimiliki kelompok keluarga, sampai yang bermodal besar
dan dimiliki yayasan. Koperasi - koperasi tersebut menyebar hampir di tiap desa
di Kabupaten Tulungagung. Bahkan ada yang satu desa, berdiri lebih dari satu
koperasi. Memang, suatu fenomena lumrah yang mulai didukung masyarakat di desa
itu sendiri maupun masyarakat dari daerah sekitar. Peran koperasi - koperasi
tersebut sudah mulai dirasakan nyata masyarakat, bagi yang memiliki kelebihan
dana, masyarakat tanpa ragu menyimpan uangnya di koperasi, karena dengan bunga
yang relatif tinggi dibanding jika disimpan pada bank konvensional. Pastinya,
kelebihan dana yang mereka miliki tersebut akan menghasilkan bunga tetap per
bulan yang besar pula. Ini sangat menguntungkan, daripada kelebihan dana yang
mereka miliki itu menganggur jika hanya disimpan di rumah atau digunakan untuk
usaha yang belum tentu untungnya. Sementara bagi masyarakat yang memerlukan
dana cepat, koperasi tersebut bersedia memberikan dana sesuai keinginan si
peminjam. Dengan jaminan BPKB atau sertifikat tanah, dana yang diperlukan
tersebut langsung bisa dibawa pulang. Akhirnya, masyarakat pun sadar. Semakin
besar peran koperasi - koperasi tersebut, maka masyarakat juga harus lebih
cermat. Dalam artian, dengan adanya lembaga keuangan non bank yang fleksibel
ini, masyarakat juga harus lebih teliti mengatur keuangannya sendiri, memilih
menyimpan dana hanya di Koperasi Serba Usaha atau Koperasi Simpan Pinjam yang
mempunyai prospek bagus dan jaminan yang pasti, serta meminjam dana dari
lembaga keuangan non bank yang fleksibel ini hanya untuk keperluan produktif
dan keperlyan tak terduga saja, bukan hanya untuk keperluan konsumtif.
Kamis, 07 Februari 2013
Karnaval, 3 Pebruari 2013 di Desa Wates, Sumbergempol
Berbagai acara digelar untuk
memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Semua bergembira. Karena sejatinya
arti dari kata maulud adalah setiap orang bergembira menyambut kelahiran
Rasulullah dengan berkumpul dan makan bersama. Masyarakat muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan
mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi,
pembacaan syair Barzanji dan pengajian. Menurut penanggalan Jawa bulan Rabiul Awal disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan
perayaan dan permainan gamelan Sekaten. Bertepatan dengan peringatan
Maulid Nabi, untuk memeriahkan acara peringatan Maulid Nabi tahun 2013. Maka
panitia hasil "rembukan" sepakat untuk mengadakan serangkaian acara.
Dan yang paling meriah tahun ini adalah "karnaval" keliling desa.
Pelaksanaannya di Desa Wates, Sumbergempol, Tulungagung.
Acara ini dilaksanakan pagi
tanggal 3 Pebruari yang lalu. Pesertanya banyak, ada 15 grup Drum Band, 60 grup
"Leang - Leong", serta beberapa peserta atraksi budaya lainnya. Rute
jalan yang dilalui "karnaval" tahun ini tepat melewati rumah saya.
Jadi, halaman rumah jadi penuh, tumpah ruah penonton yang hadir untuk
menyaksikan. Sampailah acara selesai tengah hari, akhirnya acara berjalan
dengan lancar dan penonton yang datang juga puas dengan penampilan tiap
peserta. Sukses acara, selamat pada panitia yang juga terdiri dari warga dan
pamong Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung. Semoga tahun depan juga
dilaksanakan kembali serangkaian acara yang lebih meriah. Walaupun pada
dasarnya, Maulid secara bahasa berarti
tempat atau waktu dilahirkannya seseorang [Boleh juga dikatakan maulid adalah
mashdar (asal kata) bermakna kelahiran (al-wiladah). Ini disebut mashdar mim.
[ed]]. Oleh karena itu, tempat maulid Nabi Shallallahu’alaihi wasallam adalah
Makkah. Sedangkan waktu maulid beliau adalah pada hari Senin bulan Rabi’ul
Awwal pada tahun Gajah tahun 53 SH (Sebelum Hijriah) yang bertepatan dengan
bulan April tahun 571 M.
Adapun tanggal kelahiran beliau, maka para ulama
berselisih dalam penentuannya. Dan cukuplah hal ini menjadi tanda dan bukti
nyata yang menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam,
para sahabat beliau, dan para ulama setelah mereka, tidaklah menaruh perhatian
besar dalam masalah hari maulid (kelahiran) Nabi Shallallahu‘alaihi wa ‘ala
alihi wasallam. Karena seandainya hari maulid beliau adalah perkara yang
penting, memiliki keutamaan yang besar, dan memiliki arti yang mendalam dalam
Islam, maka pasti akan ditegaskan oleh Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa ‘ala
alihi wasallam dalam hadits-hadits beliau, sebagai konsekuensi dari
kesempurnaan Islam dan semangat beliau dalam menunjukkan kebaikan kepada
ummatnya. Juga pasti akan dinukil dari para sahabat tentang tanggal kelahiran
beliau sebagai konsekuensi sikap amanah mereka dalam menyampaikan ilmu. Jadi,
perbedaan pendapat para ulama tentang kapan tanggal maulid beliau menunjukkan
bahwa tidak ada keterangan yang jelas dari Nabi Shallallahu‘alaihi wa ‘ala
alihi wasallam dan tidak pula dari para sahabat beliau Radhiallahu‘anhum
tentang masalah ini.Rabu, 06 Februari 2013
Trenggalek Heboh
Walaupun sebenarnya ini sudah berita lama, saya coba "copas" kembali di sini, kan ada yang bilang banyak siswa yang menyalahgunakan teknologi informasi, kali ini malah guru yang melakukannya. Simak berita : Guru Trenggalek Bugil
Warga Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, heboh karena foto telanjang
seorang guru SD beredar luas melalui telepon selular. Diketahui wanita
bugil di dalam gambar tersebut adalah KDH, guru SD Negeri I Nglebeng,
Kecamatan Panggul. "Dari klarifikasi tersebut KDH mengakui bahwa
foto tersebut adalah dirinya," kata Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Kabupaten Trenggalek Kusprigianto di Trenggalek seperti
dilansir Antara, Jumat (7/12). Menurut Kusprigianto, foto seronok
KDH tersebar ke publik karena pelaku mengirimkan kepada teman lamanya
yang berinisial N. "Foto seronok yang sebelumnya tersimpan dalam telepon
selular KDH tersebut beredar luas di masyarakat setelah ditransfer
kepada salah satu teman lamanya berinisial N," ujar dia. Terkait
kasus foto telanjang tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
Trenggalek, Jawa Timur, langsung bergerak cepat untuk memproses guru
tersebut. Konkretnya, KDH di mutasi sementara menjadi staf di Unit Dinas
Pendidikan (UDP) Kecamatan Panggul, agar tidak menimbulkan gejolak di
sekolah dan masyarakat.
"Terkait beredarnya foto telanjang
tersebut, kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan
serta suaminya," jelas dia. Kusprigianto juga akan melaporkan
kejadian tersebut kepada Bupati Trenggalek untuk ditindaklanjuti dengan
memberikan sanksi tegas sesuai bentuk pelanggaran yang telah dilakukan. "Sanksinya
berupa apa kita tunggu saja, tapi yang jelas dengan pemberian sanksi
tersebut kami berharap tidak terjadi lagi perbuatan serupa yang
dilakukan oleh oknum guru, karena hal ini merupakan perbuatan yang tidak
pantas," ujarnya. Sementara itu, salah seorang Komite Sekolah SD
Negeri I Nglebeng, Sugiyanto mengatakan, munculnya kasus foto telanjang
guru SD tersebut telah merugikan dunia pendidikan karena menganggu
kenyamanan di sekolah tempat KDH bekerja. "Anak-anak banyak yang
ingin tahu ini itu, bahkan sejumlah siswa ada yang penasaran ingin
melihat foto gurunya tersebut, inikan tidak baik dan memberikan dampak
negatif," ujarnya. Menurutnya sejumlah wali murid juga menuntut
agar Dinas Pendidikan maupun Bupati Trenggalek memberikan sanksi yang
setimpal terhadap KDH dan memindahkan dari SD Negeri I Nglebeng."Terlepas
dari siapa yang menyebarkan, yang jelas sangat tidak etis seorang guru
dipotret dalam kondisi bugil, meskipun itu dilakukan oleh suami dan
untuk koleksi pribadi," katanya.
Nah, setelah membaca berita di atas, bagaimana solusi kedepannya supaya tidak terjadi penyalahgunaan teknologi informasi pada dunia pendidikan ?
Kamis, 27 Desember 2012
Terobosan Baru 2013
Sabtu, 03 November 2012
Sosialisasi Berbasis Masyarakat Desa (SBMD) Sebagai Strategi Pendidikan Anti Korupsi
Upaya
pemberantasan korupsi di Indonesia merupakan jalan yang masih panjang dan penuh
tantangan. Korupsi lebih banyak dimaklumi oleh masyarakat pedesaan daripada
membantu memberantasnya. Ditambah lagi, kasus tindak pidana korupsi belum
sepenuhnya dipahami masyarakat pedesaan dan sulit diungkapkan karena para pelakunya menggunakan peralatan
yang canggih, serta dalam keadaan terorganisasi. Menyadari kompleksitas
permasalahan korupsi dan penegakan hukum secara konvensional masih belum
dimengerti sepenuhnya oleh masyarakat. Jadi, selaras dan tidak tumpang tindih
dengan berbagai program kerja KPK yang sudah
ada, maka diperlukan suatu metode baru yang lebih tepat sasaran.
Sosialisasi
Pendidikan Anti Korupsi terhadap elemen terbesar masyarakat Indonesia, yaitu masyarakat
pedesaan sangat diperlukan saat ini, yaitu metode SBMD. Walaupun sederhana,
namun mudah diterima, dipahami, dan KPK bisa melaksanakannya dengan
berkoordinasi dengan lembaga negara lainnya. Pendekatan pertama, penggunaan
pengaruh tokoh desa dalam acara sosial untuk sosialisasi Pendidikan Anti
Korupsi. Kedua, mengoptimalkan peran "toko kejujuran" di tingkat
desa. Ketiga, pembuatan media konstruksi konkrit di desa- desa, seperti gapura
atau tugu tentang jargon tolak korupsi, dan hargai kejujuran. Jadi, metode SBMD
dengan tiga pendekatan sekaligus dengan harapan bisa dilaksanakan, tepat
sasaran sebagai upaya dalam menelusuri jalan panjang dan penuh tantangan dalam
pemberantasan korupsi di Indonesia.



