My Social Media Profile :
  • Bimbingan Konseling

    Diklat Pendidik Sebaya Angkatan III Kategori Pelajar dan Mahasiwa - Tahun 2012 yang diselenggarakan atas kerjasama UKM PIK STKIP PGRI Tulungagung dan BKKBN Kabupaten Tulungagung.
  • FORDIMAPELAR 2012

    Tahun 2012, Universitas Madura (Unira) menjadi tuan rumah pelaksanaan Forum Diskusi Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (Fordimapelar) se-Jawa Timur.
  • HUT SIK KE-41

    Pagi Sabtu 31 Juli 2010, di depan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK) sekitar jam Sembilan pagi, para siswa, staf, guru, Komite Sekolah, orang tua murid, & para alumni mulai berdatangan memasuki kawasan sekolah untuk menghadiri acara peringatan HUT SIK Ke-41
  • Pembangunan Desa

    Perlunya perencanaan keuangan bagi tiap keluarga di desa yang terintegrasi dengan konsultasi dari pihak yang lebih kompeten seperti wakil dari pemerintah daerah, serta professional dari lembaga keuangan.
  • ALUMNI SIK

    Semoga kedepannya hasil output pendidikan nasional bisa berkontribusi secara nyata di masyarakat. Mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang berdaya saing global serta kompeten dalam mengolah local genius.

Artikel Pilihan

Senin, 29 Desember 2014

Industri Kreatif Indonesia : Peran Teknologi Informatika dan Telekomunikasi Dalam Rangka Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015


PENGANTAR :
Secara singkat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) berawal dari gagasan pada satu dekade lalu, para pemimpin ASEAN sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir 2015 mendatang. Ini dilakukan agar daya saing ASEAN meningkat serta bisa menyaingi China dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. Untuk lebih mudah memahaminya, MEA secara kreatif visual-audio yakni sesuai dengan video berikut ini :
Sumber : ASEAN Secretariat 

Lantas, apa keterkaitan Industri Kreatif Indonesia dengan peran teknologi informatika dan telekomunikasi dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 ? Untuk mengetahui dan memahami hal tersebut, mari kita simak pertanyaan serta penjelasan berikut ini :

1. Bagaimana Keadaan Industri Kreatif Indonesia Saat Ini ?
Saat ini, Industri Kreatif Indonesia mulai menjadi perhatian utama sebagian besar negara di dunia, karena sangat diyakini, bahwa Industri Kreatif Indonesia mampu memberikan kontribusi perekonomian secara signifikan dan berkesinambungan. Indonesia diproyeksikan akan menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif dunia setidaknya dalam 10 tahun ke depan mengingat hingga saat ini banyak produk kreatif karya anak bangsa Indonesia telah dikenal dan dipergunakan di banyak negara di luar negeri.[1] Dengan berbagai modal awal yang dimiliki Indonesia, mulai dari budaya dan tradisi seni yang kreatif, sumber daya alam yang melimpah, dan generasi muda yang banyak berikut populasi penduduk yang besar, lantas Indonesia  perlu kerja keras untuk menyatukan upaya-upaya sekaligus produk-produk kreatif anak bangsa Indonesia dalam satu wadah yang berkelanjutan.
Beberapa modal lain yang turut mendorong pertumbuhan Industri Kreatif Indonesia seperti sudah mulai adanya kesadaran untuk menumbuhkan talenta, memperkuat capacity building, membangun ruang publik, serta proteksi HAKI. Sehingga, dengan beberapa modal awal tersebut bisa mendorong untuk  pembukaan jejaring pasar yang lebih luas untuk para creator. Sekali lagi, memang dibutuhkan kerja keras dan adanya perubahan paradigma di kalangan pemerintah dan dunia bisnis.
Sekarang, masyarakat Indonesia sudah memahami ranah industri kreatif dengan baik, begitu juga pola pembangunan dan pengenbangannya. Karena, pada dasarnya di dalam industri kreatif, kreatifitaslah yang memegang peranan sentral sebagai sumber daya utama. Industri kreatif lebih banyak membutuhkan sumber daya kreatif yang berasal dari kreatifitas manusia daripada sumber daya fisik. Dengan catatan, sumber daya fisik tetap diperlukan terutama dalam peranannya sebagai media kreatif. Saat ini, secara umum ranah Industri Kreatif Indonesia seperti yang ditunjukkan gambar berikut ini : 
Sumber : Diolah dari Berbagai Sumber


2. Bercermin Pada Data dan Fakta,Lantas Bagaimana Perkembangan Industri Kreatif Indonesia ?
Mencengangkan memang bila bercermin pada data Industri Kreatif Indonesia. Sumbangan industri kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sudah mencapai 7-8% atau sekitar 140 trilyun rupiah, dimana  kontribusi sektor ekonomi kreatif terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Melihat data awal, jika pada tahun 2010 mencapai Rp 472,8 triliun dan mampu menyerap 11,49 juta tenaga kerja dan pada 2011 naik menjadi Rp 526 triliun dengan serapan 11,51 juta tenaga kerja sedangkan pada tahun 2012  telah  menjadi Rp 573,4 triliun dengan serapan 11,57 juta tenaga kerja,[2] maka tren positif ini relatif akan terus berlanjut dalam jangka panjang (10–15 Tahun).
Perkembangan Industri Kreatif Indonesia merupakan salah satu penopang pertumbuhan positif  ekonomi nasional. Peran besar Industri Kreatif Indonesia yang digerakkan oleh komunitas anak muda seperti jasa desain grafis sampai produksi iklan, jingle, animasi dan game, akan relatif semakin besar di waktu yang akan datang. Bercermin pada fakta tersebut, besarnya potensi industri kreatif harus mulai diperhatikan dan menjadi fokus pemerintah untuk meningkatkan perannya. 
Lebih lanjut lagi, selain kontribusi ekonomi, Industri Kreatif Indonesia juga mampu menunjukkan citra positif bagi bangsa Indonesia. Industri Kreatif Indonesia merupakan cara yang paling ampuh dalam melestarikan budaya beserta aneka ragamnya.
Esensinya, industri kreatif dipahami sebagai pemanfaatan kreatifitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan kerja dengan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta. Melalui pemahaman yang benar, serta dengan terciptanya hubungan saling menguntungkan antara pelaku budaya beserta aneka ragamnya dengan pelaku budaya itu sendiri, sudah selayaknya, kini Industri Kreatif Indonesia telah menjelma menjadi kekuatan baru bagi bangsa Indonesia.

3. Pada Saat yang Bersamaan, Bagaimana Peran Teknologi Informatika dan Telekomunikasi Terhadap Berbagai Sektor dalam Industri Kreatif Indonesia ?
Esensinya, Teknologi Informasi (TI) hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih cepat, lebih luas sebarannya, dan lebih lama penyimpanannya. Sedangkan industri kreatif itu sendiri dapat diartikan sebagai industri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu. Industri kreatif bertujuan untuk membantu perekonomian nasional dan industri di tanah air.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia belakangan ini terbilang cukup pesat. Pada 2010, jumlah pengguna telepon selular (ponsel) mencapai 160 juta, fixed wireless access (FWA) 25,5 juta, dan internet mencapai 45 juta. Dua tahun kemudian perubahan bergerak pasti. Pengguna internet tumbuh  menjadi 55 juta, dengan 12 juta di antaranya mengakses melalui komputer pribadi sedangkan pengguna ponsel bertambah pada kisaran 255 juta.[3] Fenomena pertumbuhan konsumen digital tidak berhenti sampai di situ. Pertumbuhan pengguna media sosial di Indonesia juga terbilang sangat tinggi.
Pada saat yang bersamaan, peran Teknologi informasi  terhadap Industri Kreatif  dan pola kebangkitan kreatifitas menuju bangsa yang besar adalah sangat penting dan memiliki kontribusi yang relatif besar. Pada dasarnya di Indonesia, Setidaknya, ada lima peran penting teknologi informatika dan komunikasi dalam menunjang pertumbuhan bisnis Industri Kreatif Indonesia, seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini : 
Sumber : Diolah dari Berbagai Sumber


4. Lantas, Bagaimana Kesiapan Pelaku Industri Kreatif Indonesia dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 ?
Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penghargaan hasil karya serta kreatifitas anak bangsa merupakan salah satu jawaban yang paling tepat untuk  menghadapi tantangan di kancah ASEAN, karena jika pemberdayaan dan penghargaan yang kurang akan memacu sumber daya tersebut mengembangkan diri di negeri orang, dalam hal ini negara dalam ruang lingkup ASEAN karena pada dasarnya MEA memang kompetisi mendapatkan tenaga kreatif dari segenap negara ASEAN.
Kunci bagi Indonesia menghadapi MEA selain dari modal awal yang dimiliki Indonesia, mulai dari budaya dan tradisi seni yang kreatif, sumber daya alam yang melimpah, dan generasi muda yang banyak berikut populasi penduduk yang bsar adalah dukungan dari pengembangan media komunikasi sehingga produk kreatif yang dihasilkan oleh pelaku Industri Kreatif Indonesia bisa dengan efektif dan efisien menjangkau golongan sasaran dalam pasar konsumen. Selanjutnya, perangkat yang lebih mendukung lagi yakni pola pengembangan software, web, online marketing, serta product branding sehingga daya saing tidak hanya mengacu pada penggunaan perangkat dan pola pengembangan yang harus di beli dari negara lain atau diproduksi oleh negara lain, tetapi bisa diproduksi dan diolah di Indonesia.
Pertanyaannya, mampukah Indonesia ? Tentu saja kita mampu, karena Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penghargaan hasil karya serta kreatifitas anak bangsa di Indonesia sangat banyak yang memiliki potensi serta tren positif. Berikut ini merupakan video dokumentasi pribadi penulis (penampilan siswa-siswi Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur) yang menunjukkan kreatifitas anak bangsa di kancah ASEAN : 

Sumber : Dokumentasi Pribadi

ASEAN dengan MEA menjadi seperti sebuah konsep negara federasi yang baru. Menjanjikan kekuatan ekonomi yang baru, yang diproyeksikan sebagai penyeimbang kekuatan ekonomi global. Melalui MEA, ASEAN menjadi sebuah tatanan masyarakat yang baru dimana Negara-negara anggotanya bebas untuk melakukan aktivitas ekonominya baik dalam barang dan jasa. Dengan pencapaian tersebut, maka ASEAN akan menjadi pasar tunggal dan basis produksi dimana terjadi arus barang, jasa, investasi dan tenaga terampil yang bebas serta aliran modal yang lebih bebas. Adanya aliran komoditi dan faktor produksi tersebut diharapkan membawa ASEAN menjadi kawasan yang makmur dan kompetitif dengan perkembangan ekonomi yang merata, serta menurunnya tingkat kemiskinan dan perbedaan sosial-ekonomi di kawasan ASEAN.

5. Selanjutnya, Bagaimana Membentuk Sinergi untuk Memajukan Industri Kreatif Indonesia dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 ?
Berbeda dengan karakteristik industri pada umumnya, Industri Kreatif Indonesia merupakan kelompok industri yang terdiri dari berbagai jenis industri yang masing  masing memiliki keterkaitan dalam proses pengeksploitasian ide atau kekayaan intelektual (intelectual property) menjadi nilai ekonomi tinggi yang dapat mengurangi tingkat penganggutan dan meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan.
Dilihat dari sudut pandang pelaksanaan MEA, terutama dari segi ketenagakerjaan, terdapat kesempatan yang sangat besar bagi para pencari kerja karena dapat banyak tersedia lapangan kerja dengan berbagai kebutuhan akan keahlian yang beraneka ragam. Selain itu, akses untuk pergi ke luar negeri dalam ruang lingkup ASEAN dalam rangka mencari pekerjaan menjadi lebih mudah bahkan bisa jadi tanpa ada hambatan tertentu. Berkaitan dengan pola perpindahan tenaga kerja dan tenaga ahli, maka MEA akan menghasilkan berbagai resiko ketenagakerjaan. Akan tetapi, idealnya MEA memang menjadi kesempatan yang bagus bagi pelaku Industri Kreatif Indonesia untuk mencari peluang terbaik sesuai dengan kriteria dan kapasitas yang dimiliki.
Melihat karakteristik Industri Kreatif Indonesia dan resiko ketenagakerjaan yang akan dihasilkan dari pelaksanaan MEA, seharusnya pelaku Industri Kreatif Indonesia bisa melihat apa saja yang menjadi poin–poin yang harus disinergikan pelaku Industri Kreatif Indonesia beserta stakeholders maupun pemerintah beserta swasta untuk menghadapi MEA. Sebagai gambaran umum, poin–poin penting tersebut antara lain seperti pada gambar berikut ini : 
Sumber : Diolah dari Berbagai Sumber


6. Pada Akhirnya, Bagaimana Prospek Industri Kreatif Indonesia di Masa Depan ?
Dewasa ini ekonomi kreatif semakin mendapat perhatian serius karena dianggap sebagai salah satu kekuatan besar pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pertumbuhan tersebut didorong oleh teknologi Internet yang tanpa batas, bahkan bisa dikatakan ekonomi kreatif adalah gelombang keempat dan senjata rahasia di Indonesia. Dengan melihat banyaknya peluang yang dimiliki Industri Kreatif Indonesia, maka sudah selayaknyalah Teknologi informasi dikembangkan sebagai salah satu wadah yang mampu mengembangkan sumberdaya manusia yang aktif, kreatif dan memiliki potensi luar biasa. Dengan memberdayakan Industri Kreatif Indonesia dan mengembangkan sumberdaya manusia yang kreatif akan turut memajukan nama, martabat dan perekonomian bangsa. Kecintaan akan industri kreatifitas bangsa dan turut serta pemerintah dalam memajukan industri kreatifitas ini akan memberi peluang besar bagi  pengembangan kreatifitas anak bangsa, yang mampu menyerap tenaga kerja di berbagai bidang, dan menurunkan jumlah pengangguran.

catatan khusus : berbagai gambar dalam artikel ini merupakan dokumentasi pribadi penulis yang diolah dari berbagai sumber.


[1] Kementerian Perindustrian. 2013. Majalah Media Industri. Jakarta : Direktorat Jenderal Perindustrian. URL : www.kemenperin.go.id/download/1272 diakses 24 Desember 2014.
[2] Kamar Dagang dan Industri Indonesia. 2010. Roadmap Pembangunan Ekonomi Indonesia 2009–2014. Jakarta : Publikasi Kadin. URL : http://www.kadin-indonesia.or.id/enm/images/dokumen/KADIN-107-4057-16102009.pdf diakses 21 Desember 2014.
[3] Warta Ekonomi Online. 2012. Peran TIK dalam Pertumbuhan Ekonomi. Jakarta : wartaekonomi.co.id. URL : http://wartaekonomi.co.id/berita3131/peran-internet-terhadap-pertumbuhan-ekonomi.html diakses 21 Desember 2014.

25 comments:

Anonim mengatakan...

ini artikel yang ikut lomba ya ?semoga menang, aamiin

Anonim mengatakan...

file pdf nya mana ?

Anonim mengatakan...

lanjut gan, salam sukses

Anonim mengatakan...

mantap

Dedi Parianto mengatakan...

oke, terima kasih teman2

Dedi Parianto mengatakan...

salam super

Dedi Parianto mengatakan...

mohon dukungannya teman2

Anonim mengatakan...

wes tak komen bro

Anonim mengatakan...

MEA 2015 diundur pak boss

Anonim mengatakan...

lanjut gan

Anonim mengatakan...

lanjut gan

Anonim mengatakan...

oke gan

Anonim mengatakan...

saya rasa MEA merupakan tantangan yang berat bagi Indonesia, karena berpeluang memperluas pasar bagi produk-produk industri nasional. Namun di sisi lain, pemberlakuan MEA 2015 juga akan menjadi tantangan, mengingat penduduk Indonesia yang sangat besar, tentunya akan menjadi tujuan pasar bagi produk-produk Negara ASEAN lainnya.


-adi

Dedi Parianto mengatakan...

semoga saja MEA memberikan kontribusi positif untuk Indonesia

Dedi Parianto mengatakan...

semoga saja MEA memberikan kontribusi positif untuk Indonesia

Anonim mengatakan...

untuk menghadapi MEA masyarakat hendaknya menggiatkan berbisnis atau membuka usaha kecil menengah (UKM) dan menambah keterampilan. Karena apa, jika MEA diterapkan maka masyarakat akan bersaing dengan orang-orang ASEAN lainnya

Dedi Parianto mengatakan...

setuju pak, terutama UMKM yaang bergerak di bidang ekonomi kreatif

Dedi Parianto mengatakan...

saya yakin, pak. Pembentukan Masyarakat ASEAN sudah semakin dekat. Indonesia mampu memanfaatkan integrasi negara-negara anggota ASEAN yang akan dimulai pada 31 Desember 2015. Pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang merupakan salah satu pilar Masyarakat ASEAN, bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan.

UKM IKLIM mengatakan...

Rame, ikutan komen...

Lemahnya Indonesia menghadapi serbuan impor, dan sekarang produk impor Tiongkok sudah membanjiri Indonesia.

Menjelang MEA yang sudah di depan mata, pemerintah Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan langkah strategis dalam sektor tenaga kerja, sektor infrastuktur, dan sektor industri.

Anonim mengatakan...

ijin nyimak

Dedi Parianto mengatakan...

silahkan nyimak

Dedi Parianto mengatakan...

dukung Industri Kreatif,

Cintailah Ploduk-Ploduk Indonesia ....

ary mengatakan...

tinggalkan jejak

UKM IKLIM mengatakan...

tak komen eneh, video apik gan, tak kopi yo

Dedi Parianto mengatakan...

oke gan, makasih ....

My Youtube Profile

Loading...